Tugas Besar Pengantar Multimedia (Pembuatan Video)

June 20, 2013 in Uncategorized

Pembuatan video ini saya cukup membutuhkan waktu yang lama bagi saya dalam pemilihan tema dari video itu sendiri, dan akhirnya saya mengambil tema “iklan layanan masyarakat tentang bahaya sampah plastik” alasannya saya memilih tema ini karena terinspirasi oleh lingkungan disekitar saya khususnya di sungai-sungai sekitar rumah saya yang apabila hujan selalu mengakibatkan banjir yang cukup besar akibat saluran sungainya yang tersumbat oleh sampah-sampah plastik dan juga begitu banyaknya sampah-sampah plastik yang berserakan ditempat-tempat pembuangan sampah yang sangat berbahaya bagi kita dan di video sederhana ini saya akan menjelaskan sedikit tentang bayaha sampah plastik itu sendiri.

selamat menyaksikan mohon maaf apabila banyak kekurangan klik disini 

Print Friendly

Tugas III Pengantar Multimedia “Star Trek Into Darkness 3D : Review”

May 25, 2013 in Uncategorized

 

 

Star Trek Into Darkness masih menjadi film fiksi ilmiah  yang sangat menghibur dari sisi teknologi. Tidak hanya dalam penggunaan efek  tapi juga beragam alat inovasi yang digunakan. Anda akan dibuat kagum dengan kemajuan teknologi  dan beragam gadget yang digunakan di film ini. Bayangkan saja, alat komunikasi yang terpasang dalam lencana  teknologi warp yang ramah lingkungan dan tentu saja kedahsyatan USS Enterprise mampu mengubah cara pandang kita mengenai pesawat luar angkasa. Secara keseluruhan, film ini mampu menghidupkan imajinasi anda  tentang bayangan masa depan umat manusia dan inovasi teknologinya. Deretan pemain film seperti Chris Pine, Zachary Quinto dan Zoe Saldana menjadi garansi di film berdurasi 132 menit karya J.J. Abrams.

Abrams membawahi ratusan orang kru efek visual bekerja menghasilkan detail seperti pemandangan gunung berapi di planet Nibiru, kuil dan hutan di Kronos, tembak-tembakan pesawat, dan reruntuhan luar angkasa. Tak lupa teknologi Star Trek seperti warp drive (berpindah super cepat), transporter, communicator (teknologi komunikasi individu dengan pesawat), shields (perisai pelindung), dan lain-lain pun hadir.

Star Trek Into Darkness membuktikan diri sebagai satu lagi karya J.J Abrams yang mengangkat  unsur-unsur serial aslinya dalam tampilan atau kemasan baru yang menarik disimak, terutama untuk para penonton generasi modern. Abrams memaksimalkan keahliannya bermain efek visual dan CGI canggih, menampilkan pemandangan luar angkasa yang mengasyikan, apalagi jika dinikmati melalui layar 3D dan IMAX, karena ada kurang lebih 30 menit adegan yang disyuting langsung dengan kamera IMAX.

Permainan Visual film ini yang tetap menawan dengan didukung oleh efek 3D yang juga bagus membuat film ini semakin bertambah baik. Meski efek 3D nya konversi tetapi jangan skeptis dulu. 3D Konversi yang digarap bagus dengan berbagai adegan yang mendukung efek 3D nya. Star Trek Into Darkness pun berbeda. Semua adegan penuh CGI itu dikonversi-kan ke versi 3D hingga kita bisa menyaksikan secara langsung spaceship Enterprise dengan baik. Semuanya tak terbuang sia-sia. Sekali lagi, saya terserap masuk. Seperti ikut andil didalam adegan-adegan yang tersaji di film ini.

Belum lagi Twist yang tersaji di dalam plot-nya. Semuanya tersaji penuh ke-luar biasa-an. Twist-nya mendukung plot. Tak terlalu mindblowing tetapi cukup membuat kita bingung. Ikut curiga dengan semua alur di film ini. Begitu pula dengan Cast-cast yang tetap bermain dengan bagus yang akhirnya membuat film ini semakin kuat. Bagaimana Friend Relationship begitu terjalin antara Jim Kirk yang diperankan oleh Chris Pine dengan Spock yang diperankan oleh Zachary Quinto. Begitu pula dengan Villainnya yang benar-benar dingin. Benedict Cumberbatch berhasil memerankan seorang Villain yang begitu dingin, psychc, serta evil dengan begitu baik dan jelas menjengkalkan bagi penontonnya. Serta dukungan Scoring serta Theme Song Star Trek yang begitu mendukung dan tahu penempatannya di film ini.

Overall, Star Trek Into Darkness be the real Science Fiction which I love the most. Even it use Dark Theme in poster, trailer, or it title but J.J. Abrams not use that theme that ruin the identity of Star Trek itself. Breathtaking, Mesmerizing, and Hypnotizing story that make we as audience come into the movie. Well Done J.J. Abrams. You stole my heart and this is what I called Science Fiction. This gonna be sorted on my Best List movies in 2013. Salute! 

Well, Star Trek Into Darkness pun dirilis dalam versi 3D. Apakah 3D film ini worth it mengingat 3D di film ini adalah hasil konversi bukan di shoot dengan menggunakan kamera 3D.

 

BRIGHTNESS

 

 

Kecerahan film ini tak berkurang meskipun disaksikan dalam format 3D. Sehingga mungkin kepala tak pusing saat menyaksikan film ini.  Meski merupakan hasil konversi, level brightness dalam film Star Trek Into Darkness sama sekali tidak berupaya melambungkan sub-judulnya itu sendiri. Adegan-adegan pertarungan di luar angkasa yang notabene didominasi oleh warna hitam pun masih terlihat sangat jelas. Into Brightness!

 

 

DEPTH 

 

 

Mengagumkan. Mengingat 3D film ini adalah hasil konversi. Ternyata kedalaman film ini dalam format 3D masih terjaga dengan baik. Berbagai setting tempat terutama luar angkasa makin menunjukkan efek depth-nya yang mengagumkan. Meski di setting Indoor, depth film ini bisa dikatakan biasa. Pertarungan di luar angkasa dan set-set tempat yang eksotis telah dimanfaatkan oleh J.J Abrams dan cinematographer-nya semaksimal mungkin untuk menampilkan kekuatan layer depth sepenuhnya dengan kualitas yang terus dipertahankan sampai film berakhir. Para penonton benar-benar telah dibuat terhisap masuk ke dalam aksi petualangan kru Enterprise sejak detik pertamanya dan saya cukup ragu kalau anda bisa merasakan pengalaman menonton yang sama apabila menyaksikan versi 2Dnya.

 

 

POP OUT 

 

 

Adegan pop out-nya elegan. Tak terkesan norak dan menggunakan gimmick yang kasar. Tetapi semuanya ‘keluar’ secara sempurna dan tak sia-sia. Adegan-adegan berdebu, asap, serpihan-serpihan keluar menyapa penontonnya yang asyik duduk menyaksikan film ini. 

 

 

Overall, meski 3D di film ini adalah hasil konversi. Tetapi Star Trek Into Darkness masih worth untuk disaksikan dalam versi 3D. Kita akan terserap masuk kedalam sebuah dunia space dan U.S.S Enterprise yang jelas mengagumkan. So, Watch in 3D and you will get the experience that you will not get in 2D.

Print Friendly

Tugas II Pengantar Multimedia dan Web Desain (Hasil Rangkuman Seminar Wifi “Technopreneur is our life”)

May 7, 2013 in Uncategorized

 CEO Agate Studio : Arif Widhiyasa

 

  • Profil Pembicara 

Salah seorang dari pembicara di acara seminar kita ialah Arief Widhiyasa, beliau adalah CEO dari Agate Studio, Game Developer terbesar di Indonesia yang berlokasi di kota Bandung. Beliau akan bercerita kenapa bisa sampai di Drop Out dari ITB dan kemudian sukses menjadi CEO di Agate Studio. Berikut adalah profil singkat dari Arief Widhiyasa :

Nama Lengkap : Arief Widhiyasa

TTL : Denpasar, 4 April 1987

Pendidikan : ITB (Drop Out)

Riwayat

  1. General Manager di G-Softworks(2005-2007)
  2. Microsoft Student Partner di Microsoft Innovation Center(2007-2009)
  3. CEO di Agate Studio(2007-Present)

Specialisasi

  1. 1.      Business Development
  2. 2.      Negotiation
  3. 3.      Networking
  4. 4.      Game Programming
  5. 5.      Game Development
  6. 6.      Game Business.
  • Rangkuman Materi

Asal Muasal Nama AGATE STUDIO

Developer game lokal asal Bandung yang telah menghasilkan 100 lebih game baik untuk personal computer maupun untuk perangkat mobile. Pendiri Agate berjumlah 16 orang dan setelah dua tahun berdiri, Agate Studio telah memiliki 60 orang karyawan. Arief adalah salah satu pendiri Agate Studio dan sejak perusahaan ini resmi berdiri, Arief dipercaya oleh teman-temannya di Agate Studio untuk memimpin perusahaan ini karena dianggap paling banyak berperan dalam pengembangan Agate Studio dan paham tentang manajemen perusahaan. Agate sangat inline, jadi Agate akan selalu berusaha untuk bisa berkontribusi semaksimal mungkin agar visi Agate untuk berkontribusi dalam membuat dunia lebih bahagia bisa terwujud perlahan-lahan.

CEO Arsanesia: Adam Ardisasmita

 

  • Profil Pembicara 

Salah seorang dari pembicara di acara seminar kita ialah Adam Ardisasmita, beliau adalah CEO dari Arsanesia, sebuah industri yang bergerak dibidang  ”Digital Entertainment”. Beliau juga pernah memenangkan  penghargaan dari Nokia sebagai Nokia Developer Champion. Di acara seminar, beliau akan memberi tips dan trik untuk bisa berhasil di dunia Digital Entertainment, khususnya didunia Game Developing. Berikut profilnya :

ü  Chief Executive Officer di Arsanesia Entertainment (Perusahaan Perseorangan)

ü  Vice President of Nokia Indonesia Community Enthusiast (NICE) diNokia Indonesia Community Enthusiast

Dulu

ü  Internship Programmer di Bank Rakyat Indonesia

ü  Business Analyst di Pribadi International School, Bandung

ü  Lecture assistant di Institut Teknologi Bandung

Pendidikan

  1. Institut Teknologi Bandung (ITB)
  2. MAN Insan Cendekia Serpong

Ringkasan Adam Ardisasmita

ü  Founder and CEO of a mobile games company, Arsanesia

ü  Vice President of Nokia Indonesia Community Enthusiast

ü  A passionate speaker, influencer, and blogger

ü  Love to generate out of the box creative ideas to solve a problem

Spesialisasi

Business, Startup, Leadership, Communication, Management, Mobile Technology, Game Industry, User Experience

  • Rangkuman Materi

Di tengah maraknya kasus klaim kebudayaan Indonesia, Adam Ardisasmita, Dea Renata, M. Ikhsandana, Hazki Hariobowo, dan Khairul Annas membentuk Arsanesia, kelompok yang bertujuan melestarikan dan mempromosikan kebudayaan Indonesia menggunakan media digital khususnya melalui mobile games.

Berdiri pada April 2011, Arsanesia sendiri diambil dari kata ‘Arsa’ (dari bahasa Sansakerta) dan Nesos (dari bahasa Yunani) yang artinya adalah pulau kebahagiaan.

Media seperti Apple App Store, Google Play, Windows Marketplace, Nokia OVI Store, dan lainnya tersebut menurut Adam dapat dijadikan corong untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan kebudayaan Indonesia. “Efeknya diharapkan dapat meningkatkan awareness masyarakat Internasional terhadap Indonesia dan bisa membantu mendorong tingkat pariwisata di Indonesia”.

Saat ini Arsanesia sudah mengembangkan tujuh games dengan tema budaya Indonesia yaitu Gamelan Player, Si Pitung, Temple Rush Prambanan, Wago Warrior, Slapillar, Little Lea, dan Flipallago.

SAP : Wawan Dewanto

 

  • Profil Pembicara 

Pendidikan

  1. Jurusan Teknik Industri, ITB pada Februari 2000.
  2. Beasiswa di Faculty of Technology, Policy and ManagementTecnische Universiteit Delft, Belanda pada Agustus 2003.
  3. Beasiswa di Faculty of Business and EconomicsMonash University, Australia sejak Juli 2007.
  • Rangkuman Materi

Pada tahun 2007, Wawan menulis buku tentang manajemen teknologi informasi berjudul ERP : Menyelaraskan Teknologi Informasi Dengan Strategi Bisnis. Setelah menjadi dosen, Wawan meneruskan tradisi menulis, beberapa diantaranya berhasil memenangkan berbagai lomba karya tulis seperti menjadi juara 1 The Best Idea in Business oleh Majalah SWA tahun 2005, juara 3 Lomba Analisis dan Proyeksi Inflasi oleh Bank Indonesia pada tahun 2006 dan juara 2 XL Award Writing Competition oleh PT Excelcomindo Pratama pada tahun 2007.

    • Business Strategy & marketing
    • Entrepreneurship Study
    • Innovation Management
    • Technology Management and New Product Development
    • Intrapreneurship (S1 Manajemen)
    • Knowledge and Innovation (S2 MBA)
    • Family Business (S2 MSM)
  • Pendapat anda tentang manfaat materi tersebut bagi keilmuan anda masing-masing
    Dalam seminar “Technopreneur is our life” ini saya dapat menambah wawasan dan pengetahuan saya dalam bidang IT tentunya. Dan dari seminar ini kita dapat mengembangkan bakat yang kita miliki menjadi sebuah lahan penghasilan, yang tidak hanya menguntungkan kita tetapi berguna juga untuk orang lain. Sehingga bakat yang kita miliki tersalur secara positif.
Print Friendly

TUGAS PENGANTAR MULTIMEDIA 1

April 25, 2013 in Uncategorized

 

 

1. Apa yang dimaksud dengan kompresi data?

Kompresi data adalah suatu teknik pemampatan data sehingga diperoleh file dengan ukuran yang lebih kecil daripada ukuran aslinya. Kompresi bekerja dengan mencari pola-pola perulangan pada data dan menggantinya dengan sebuah penanda tertentu.

2. Mengapa kompresi diperlukan pada data multimedia?

Kompresi data merupakan hal terpenting mengingat penanganan data terutama data digital video membutuhkan tempat penyimpanan  data yang sangat besar. Karena kompresi berfungsi untuk mereduksi/mengurangi besarnya data video. Untuk mengatur kompresi digunakan codec (compressor-decompressor) dimana program ini berfungsi untuk menganalisa video dan membuang data yang tidak diperlukan.

3. Ada berapa jenis kompresi data yang dapat digunakan pada tipe data multimedia?

   Ada terdapat dua jenis kompresi data , yaitu :

·          Kompresi lossless (kompresi tanpa kehilangan) adalah pemampatan data di mana antara data asli dengan data kompresi sama setelah didekompresi. Jadi teknik ini memproses data asli menjadi bentuk yang lebih ringkas tanpa hilangnya informasi. Jadi lossless tidak menghilangkan informasi-informasi dalam file asli sehingga cocok diterapkan untuk file dokumen

·          Kompresi lossy (kompresi berkehilangan) adalah pemampatan data di mana antara data asli dengan data kompresi terdapat nilai-nilai yang berbeda, tapi nilai perbedaan ini dianggap tidak mengurangi essential informasi dari data asli. Jadi teknik ini mendapatkan data yang lebih ringkas yang dilakukan dengan melalui suatu proses penghampiran (approksimasi) dari data asli dengan tingkat error yang dapat diterima. Jadi metode lossy menghilangkan informasi yang dianggap tidak signifikan. Biasanya teknik ini diterapkan pada file multimedia berukuran besar, misalnya pada format file JPEG (image), MPEG (video) dan MP3 (audio).


 4. Jelaskan perbedaan antara teknik kompresi lossy dan lossless, berikan contoh yang sesuai !

 

Perbedaannya terletak pada hasil proses pemadatan datanya, pada proses kompresi lossy mengakibatkan kehilangan data yang kecil masih dapat diterima. Dengan algoritma tertentu, detil berkas dipangkas supaya ukuran data dapat dikecilkan. Sedangkan pada kompresi lossless data yang dipadatkan kembali sama persis seperti semula. Tidak ada informasi yang hilang atau harus dikurangi dalam proses untuk mengurangi ukuran besar data. Algortima pemadatan jenis ini menggunakan prinsip kelebihan statistik (statistical redundacy) supaya data bisa disimpan dengan lebih ringkas. Contoh kompresi lossy berkas MP3 bisa menyimpan data lagi yang bersuara jernih, tapi juga bisa mengurangi mutu suara jika ukuran data harus dikurangi. Contoh kompresi lossless berkas gambar 256×256 berwarna polos dan tiap pixelnya berukuran 4 byte, tanpa pemadatan berkas harus disimpan berukuran 4 kali 256×256 = 262144 byte. Namun, dengan , maka data yang perlu disimpan hanyalah data satu warna tersebut dan infromasi bahwa seluruh pixel gambar memiliki satu warna yang sama.

5. Jelaskan satu teknik kompresi text yang sangat sederhana, berikan contoh sebelum dan sesudah kompresi!

Run-Length-Encoding(RLE) kompresi data teks dilakukan jika ada beberapa huruf yang sama yang ditampilkan berturut-turut. Contoh : Data :ABCCCCCCCCDEFGGGG = 17 karakter, RLE tipe 1 (min. 4 huruf sama) : ABC!8DEFG!4 = 11 karakter.

 

Referensi :

http://www.google.com

http://library.binus.ac.id/eColls/eThesis/Bab2/2006-2-01317-MTIF-Bab%202.pdf

http://lecturer.ukdw.ac.id/anton/download/multimedia6.pdf

http://rplpare.blogspot.com/2010/05/editing-video-dengan-movie-maker.html

 

 

 

Print Friendly

Hello world!

April 25, 2013 in Uncategorized

Welcome to Blog Universitas Widyatama Sites. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Print Friendly